Tampilkan postingan dengan label Banyuasin Maju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyuasin Maju. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2009

Memilih Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin

Sudah lebih dari 2 bulan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin dikomandoi pejabat sementara menggantikan Bapak Drs. Sutrisno yang mengundurkan diri secara elegan. Dalam sejarah pemerintahan Banyuasin bahkan Sumatera Selatan baru kali ini ada seorang kepala dinas yang mengundurkan diri. Selama ini sering kita dengar orang melakukan berbagai upaya untuk dapat menduduki jabatan prestis ini. Karena dengan jabatan yang diperoleh maka akan menambah prestis, dan tentu kehidupan dan penghasilan akan kita lihat. Seperti kita ketahui jika menjadi kepala dinas, maka akan mendapatkan tunjangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan yang tidak berlaku, alias dibuat sendiri.
Sampai sekarang masih terjadi tarik ulur siapa yang cocok untuk menduduki jabatan tersebut. Kenapa sampai begitu lama, tentu karena proses administrasi yang panjang dan rumit. Karena otonomi daerah yang didengungkan memangkas administrasi, justru memperpanjang usia pengurusan administrasi. Di samping itu dalam otonomi daerah tidak ada jenjang karir yang jelas dalam menduduki posisi suatu jabatan. Sekarang menjabat, sore nanti belum tentu masih menduduki jabatan, hal ini dimungkinkan karena kepentingan politik dan tuntutan loyalitas terhadap atasan. Kategori loyal pun diterjemahkan macam-macam sesuai dengan pribadi masing-masing, ada yang selalu mengekor di belakang atasannya kemanapun atasan pergi.
Saya pernah mendengarkan colehan pihak petinggi keamanan di Kabupaten Banyuasin, Banyuasin memiliki ciri tersendiri dimana para pejabatnya suka runtang-runtung alias kompak, meskipun peresmian jembatan, maka kepala dinas pendidikan, kabid dan kasi pendidikan juga ikut hadir, entah apa relevansinya. Memang kalau dihubung-hubungkan untuk menuju sekolah memang perlu jembatan. Dalam peresmian jembatan semestinya yang hadir adalah kepala dinas PU, Camat, Lurah, sedangkan kepala Dinas Pendidikan, tidak perlu hadir karena masih banyak pekerjaan yang lebih penting.

Lalu Bagaimana memilih Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin, yang jelas butuh kemauan yang kuat dari para pejabat Kabupaten Banyuasin, bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang sangat penting dan harus dijauhkan dari kepentingan politik manapun. Karena jika pendidikan dikaitkan dengan politik dan kepentingan maka pendidikan di Banyuasin tidak akan mengalami kemajuan atau jalan ditempat atau mundur.

Sebelum putusan jatuh, siapa yang bakal menduduki, maka saya menulis hal ini, mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Sebagai pendidik yang telah mengabdi selama 12 tahun di Kabupaten Banyuasin, sebelum Kabupaten Banyuasin berdiri saya sangat merindukan Kepala Dinas yang memiliki Dedikasi, mau bekerja keras, pantang menyerah dan benar-benar mengetahu masalah pendidikan di Banyuasin. Kabupatan Banyuasin saat ini mengalami banyak kendala, dan hal yang mencolok adalah perbedaan antara sekolah-sekolah yang ada di jalur hitam (jalan aspal) dan yang benar-benar berada di jalur (perairan). Perbedaan ini meliputi fasiltas, guru, dan kualitas.

A. Fasilitas
Jalur hitam (daratan) merupakan jalur yang dianggap sudah maju, dibandingkan dengan jalur perairan, tapi coba kita lihat sepanjang sukajadi sampai dengan Betung, seluruh sekolah baik SD, SMP dan SMA dari sekian banyak sekolah manakah sekolah yang sudah memiliki lab IPA dan fasilitasnya, lab komputer dan fasilitasnya, internet, gedung yang nyaman, ruang-ruang kelas yang bersih, buku-buku yang lengkap diperpustakaan, sarana-prasarana proses pembelajaran dan lain-lain. Apakah ada sekolah yang memiliki fasilitas ini????, Pasti semua akan menggeleng. Sekolah dengan akses internet baru dimiliki oleh beberapa sekolah seperti SMA N 1 Talang Kelapa, SMA Negeri 1 BA, SMA Plus Negeri 2, ini pun masih dengan akses yang sangat terbatas, karena lab komputer yang tidak memadai.
Seorang Kepala Dinas Pendidikan seharusnya memiliki visi dan misi ke depan Bagaimana sekolah-sekolah ini memiliki fasilitas yang memadai, misalkan dengan membuat program dengan mengadakan lab komputer. 1 Lab Komputer paling-paling membutuhkan dana antara 100 juta s/d 200 juta. Jika pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan menyediakan anggaran sebenar 1 s/d 2 milyar, maka tidak sampai 10 tahun semua sekolah Negeri di Kabupaten Banyuasin memiliki fasiltis Lab Komputer. Apakah dana 1 s/d 2 milnyar meruupakan dana yang besar ?????
Kita memang membutuhkan Kepala Dinas yang memiliki program kerja yang jelas. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten diperlukan program yang khusus dari Banyuasin, bukan hanya meneruskan program-program yang berasal dari direktorat.


2. Buku
Buku adalah gudang buku dan kuncinya adalah membaca, sekolah mana di Kabupaten Banyuasin yang memiliki falitas perpustakaan memadai dengan buku yang terbaru, dan mencukupi. Sebuah sekolah minimal memiliki perpustakaan dengan jumlah judul 800, atau rasio siswa: buku ; 1 : 4. Sekolah-sekolah kita jauh dari yang diharapkan, buku-buku yang ada hanya buku yang disumbang oleh Propinsi atau pusat, lalu mana sumbangan dari yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Untuk pengadakaan buku memang memerlukan dana yang cukup besar, pendidikan yang berkualitas memang mahal, yang membuat mahal karena fasilitas yang tidak ada, jika fasiltias yang dimiliki sudah lengkap maka tidak ada kata mahal. Mari kita tunggu program dari Kepala Dinas yang baru yang perduli dengan kebutuhan akan buku.


3. Guru
Secara rasion, Kabupaten Banyuasin tidak kekurangan guru, tetapi mengapa setiap tahun ada saja keluhan akan kekurangan guru. Hal ini karena adanya penumpukan guru du jalur hitam yang biasa. Mengapa hal ini bisa terjadi. Dizaman otonomi daerah ini penempatan guru sungguh amburadul, di zaman penulis diangkat, semua guru yang baru diangkat harus tugas didaerah-daerah, dan tidak boleh mengajukan mutasi sebelum mengabdi selama 4 tahun. Sekarang apa yang terjadi???
Masih CPNS sudah pindah beberapa kali, mereka bebas memilih tempat. Hal ini menjadi dilema, dan mungkin banyak orang yang bermain disini, padahal jelas bahwa penempatan seperti ini akan mengacaukan sistem pembelajaran di Banyuasin. Siapun yang baru diangkat semestinya ditempatkan di daerah perairan, setelah 4 tahun baru boleh mutasi, begitu seterunsya sehingga tidak terjadi seperti sekarang sebuah sekolah SMA hanya punya PNS kepala sekolah, guru dan tenaga lainnya nolll. Bagaimana pendidikan di Kabupaten Banyuasin akan maju jika gurupun tidak tersedia secara memadai.

Kepala Dinas yang perduli akan kebutuhan di atas hanyalah kepala dinas yang memiliki jenjang karir dari nol, mulai dari guru yang berkualitas kemudian menjadi kepala sekolah yang berkualitas. Bagaimana mungkin seorang Kepala Dinas Pendidikan tahun akan kebutuhan tersebut jika tidak pernah menjadi guru, tidak pernah menjadi kepala sekolah. Sudah saatnya kita merintis pemimpin yang berkualitas dari guru yang siap ditempatkan dimana saja, berdedikasi tinggi sehingga dapat menjadi teladan, sebagai penghargaan pada mereka angkatkan menjadi kepala sekolah, jika saat menjadi kepala sekolah berprestasi berikan kesempatan kembali, setelah masa jabatannya habis, guru tersebut harus diberdaykan di dinas pendidikan mulai dari Kasi, kemudian Kabid dan Kepala Dinas. Apakah sekaran di Banyuasin sudah seperti itu, TANYA SAJA PADA RUMPUT YANG BERGOYANG .....
SEMOGA.

Jumat, 06 Februari 2009

MEMBANGUN SEKTOR PARIWISATA BANYUASIN
Oleh : Sadiman (Guru SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III)


Dalam waktu 5 tahun terakhir Banyuasin merupakan salah satu Kabupaten baru di Propinsi Sumatera Selatan yang mengalami perkembangan penduduk, dan pembangunan sarana infrastruktur paling. Hal ini dapat dimaklumi karena setidaknya ada 5 wilayah Kabupaten Banyuasin yaitu Talang Kelapa, Tanjung Lago, Kenten Laut, Mariana dan Rambutan yang bersentuhan langsung dengan Kota Metropolis Palembang.
Dibandingkan dengan Kabupaten lainnya yang terdekat dengan Palembang yaitu OKI, maka wilayah Banyuasin yang berbatasan langsung jauh lebih luas. Daerah ini sebagai besar juga merupakan tanah tinggi dan bukan rawa-rawa/ Hal ini menjadikan Kabupaten Banyuasin merupakan daerah penyangga yang sangat potensial. Pembangunan sentra perekonomian seperti ruko dan pemukiman mengarah dengan deras ke wilayah ini. Kedekatan dan kemudahan akses serta lancarnya transportasi menjadikan Banyuasin primadona para investor di bidang Ekonomi.
Sebagai daerah penyangga selalu ada dua hal yaitu tantangan dan peluang. Tantangan, dengan pesatnya pembangunan maka dibutuhkan sarana lain sebagai penunjang yang harus disedikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Hal tersebut akan berakibat pada APBD Kabupatan Banyuasin. Akan tetapi jika tantangan dikelola secara baik akan menjadi peluang yang menggiurkan bagi pendapatkan asli daerah Banyuasin.
Salah satu sektor yang sangat potensial adalah pariwisata. Daerah Banyuasin sangat kaya dengan potensi wisata, mulai dari wisata kuliner, kerajinan, tari, music, tempat sejarah, wisata alam, wisata kebun, wisata air, pemancingan.
Untuk dapat mendata berapa besar potensi yang dapat dikembangkan dapat didata dan diadakan pemetaan mengenai potensi wisata yang ada di daerah Banyuasin. Dari data yang ada diadakan pemetaan Kebudayaan Banyuasin yang nantinya dijadikan sebagai sentra-sentra industry wisata seperti sentra wisata kuliner, sentra kerajinan, sentra wisata alam, sentra wisata air, sentra wisata kebun, dan sentra-sentra yang lain.
Sentra wisata kuliner dapat dijadikan menjadi satu wilayah tertentu yang mudah untuk dijangkau dan daerah yang memiliki mobilitas tinggi, di daerah ini nantinya dapat dibangun gedung seminar, hotel, dan pusat hiburan rakyat. Salah satu yang sangat potensial untuk menjadi sentra wisata kuliner adalah Sukajadi. Sukajadi merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Palembang. Pembangunan hotel yang reseprentatif yang dilengkapi dengan ruang seminar, rapat atau sejenisnya serta pusat wisata kuliner akan menjadi pilihan yang paling menarik daripada memilih hotel yang ada di Kota Palembang. Hal ini didasari oleh pertimbangan ketenangan wilayah, kemacetan lalu lintas dan kedekatan dengan akses Bandara.
Sentra Wisata kebun dapat dikembangkan di wilayah Mainan dan Sembawa. Di desa Mainan terdapat beberapa perkembungan baik milik BUMN maupun milik swasta yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata dengan menjual keramahan penduduk desa, dan hijaunya perkembunan serta kesibukan orang desa di Kebun Karet atau di Kebun Kelapa Sawit. Sedangkan di Sembawa juga cocok dijadikan sebagai wisata kebun, kampung wisata dan sebagai sentra wisata untuk sayur, buah, bibit dan hewan ternak karena di daerah ini semua hal tersebut telah tersedia dengan baik.
Di daerah ini terdapat tanah dan wilayah Eks PENAS, yang sudah tertata dengan baik. Dengan memanfaatkan dan menjualnya dalam paket wisata serta promosi yang memadai daerah menjadikan Sembawa sangat menarik karena jarak dengan Palembang yang tidak terlalu jauh. Di Sembawa juga terdapat Balai Pembibitan dan Sekolah pertanian yang dapat menunjang mensukseskan program pariwisata di Banyuasin.
Wisata Kebun juga dapat dilakukan di daerah Talang Betutu, karena di daerah ini terdapat banyak perkebunan penduduk seperti perkebunan pepaya dan perkebungan rambutan. Perkebunan pepaya yang berbuah sepanjang musim akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Daerah ini juga kaya akan buah-buahan yang lain yang sangat layak untuk dijual. Daerah ini juga sangat cocok untuk dikembangkan menjadi sentra bunga.
Bergeser ke wilayah Tanjung Lago maka yang paling cocok adalah pengembangan wisata air, seperti kolam renang, pemancingan, hiburan air seperti fantasi islan. Tanjung lago saat ini sudah memiliki fasilitas jalan menuju Tanjung Siapi-api yang sangat representative sebagai sarana transportasi untuk bis-bis ukuran besar.
Di sekitar Tanjung Siapi-api terdapat Taman Marga Satwa Sungai Sembilang yang sangat cocok untuk obyek wisata pendidikan, dimana di daerah ini terdapat berbagai jenis burung untuk penelitian. Sedangkan tanjung Siapi-api sendiri sangat cocok sebagai wisata air dan pemancingan air payau dan air asin. Pengembangan sentra-sentra produksi ikan di air payau dan air asin dengan hutan bakau yang rimbun sangat menjanjikan baik untuk sektor ekonomi maupun untuk sektor wisata.
Wilayah Banyuasin yang banyak dilalui Sungai juga sangat cocok sebagai wisata air, pengemasan yang baik wisata air terutama Sungai Musi yang mengalir hampir di sepanjang wilayah Banyuasin akan menjadi tempat wisata yang sangat menarik.
Masih Banyak wilayah lain seperti Pangkalan Balai, Rantau Bayur, Talang Ipuh, Betung dan Pulau Rimau yang mempunyai kekayaan wisata alam, adat istiadat yang sangat indah untuk dijadikan tempat wisata.
Banyaknya sektor wisata yang dapat dikembangkan oleh Banyuasin, menjadikan wilayah Banyuasin tidak akan pernah kering sebagai pusat tujuan wisata di daerah Sumatera Selatan.
Sekarang tinggal dibutuhkan kemauan keras bagi pengambil keputusan dan para pengelola Pariwata serta tokoh masyarakat di Wilayah Banyuasin. Untuk dapat mengembangkan potensi wisata yang sangat kaya diperlukan inventarisasi, menyiapkan masyarakat, penyusunan program, pemetaan wilayah wisata, promosi, penyediaan sarana prasarana penunjang seperti hotel, dan menarik investor untuk menanamkan modal di bidang pariwisata serta keamanan.
Inventarisasi bertujuan akan diperoleh informasi yang akurat mengenai potensi budaya yang dapat ada. Penyusunan Program dimaksudkan untuk menentukan target yang harus dicapai dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di bidang pariwisata.
Menyiapkan masyarakat merupakan hal yang sangat penting, orang suka berkunjung ke daerah wisata tertentu karena masyaratkan jujur, melayani wisata dengan baik, dan ramah. Masyarakat juga harus paham bahwa semakin banyak orang yang berkunjung ke wilayah Banyuasin maka akan meningkatkan PAD dan meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut.
Pemetaan wilayah wisata akan memberikan informasi yang jelas mengenai pusat-pusat wisata yang akan menjadi tujuan wisatawan.
Promosi merupakan hal yang lazim digunakan akan wilayah-wilayah wisata Banyuasin dapat dikenal secara luas, promosi ini dapat dilakukan melalui media surat kabar, televise, radio, website milik dinas-dinas dan Kabupaten. Yang yang tidak kalah penting adalah pengadakan pameran budaya seperti festival sedulung setudung, pameran budaya, seminar, symposium tentang kebudayaan Banyuasin yang dilakukan di wilayah Banyuasin.
Penyediaan saran prasarana, dan infrastruktur merupakan hal yang sangat umum, dengan tersedia fasiltas yang memadai menjadikan wisatawan tidak perlu berfikir dua kali untuk mengunjungi Banyuasin karena infrastruktur yang memadai.
Investor tidak datang sendirinya tetapi harus dicari dan penjelaskan yang menyakinkan dari para pengelola bahwa berinvestasi sektor wisata di wilayah Banyuasin akan memberikan keuntungan yang luar biasa. Semua hal ini tentunya harus ada jaminan keamanan yang memadai.
Sumber daya pariwisata Banyuasin yang luar biasa besar akan memberikan sumbangan perekonomian yang tidak sedikit jika dikelola dan dikembangkan mulai saat ini juga. Kapan lagi?

Banyuasin, Februari ‘09

Mahfud MD (Ketua MK)

Adsense Indonesia