Kamis, 25 Maret 2010

Model Pembelajaran Make And Match (Mencari Pasangan)

Model ini merupakan model yang dikembangkan oleh Lorna Curran, 1994. Sebagaimana model yang lain, model ini merupakan model pembelajaran berkelompok (Learning Community). Model ini dapat membangkitkan semangan siswa dengan mengikutsertakan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran.
Pembagian kelompok dalam Make And Match ada dua kelompok yaitu kelompok pemegang masalah dan kelompok pemegang jawaban. Make And Match dapat dilakukan untuk semua mata pelajaran dan pada semua tingkat pendidikan mulai dari SD sampai SMA.
Persiapan awal yang harus dilakukan dalam model pembelajaran ini guru harus memberitahukan apa saja yang harus dipelajari pada pertemuan selanjutnya. Dengan demikian siswa mempunyai modal mempunyai modal awal dalam pembelajaran. Dengan modal awal materi pelajaran maka proses diskusi dalam pembelajaran Make And Match dapat berlangsung dengan baik.

Secara rinci langkah dalam pembelajaran Make And Match adalah sebagai berikut.

Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Kartu-kartu ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga kartu menarik perhatian siswa. Kita dapat menggunakan gambar kartun, atau gambar dari majalah, internet atau sumber lain untuk sebagai materi. Guru dapat juga menyiapan tulisan-tulisan dalam kartu yang dirancang sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh siswa. Tentukan bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Secara standar gunakan bahasa Indonesia yang baik yang benar.
Jika materi ada kaitannya dengan gambar, bagan, skema, dibuat sedemikian rupa jelas.
Materi dapat juga dibuat dalam bentuk pertanyaan atau soal, yang berkaitan dengan tuntutan SK atau KD yang telah ditentukan. Soal disusun sedemikian rupa secara berjenjang dari C1 sampai dengan C6 atau dari P1 s/d P4.

2. Setiap peserta didik mendapat satu kartu
Sebelum kartu dibagikan kita harus mengelompok siswa dalam dua kelompok yaitu yang memegang kartu permasalahan atau materi dan memegang kartu jawaban. Setiap kelompok ini dikelompokan lagi menjadi sesuai dengankemampuan dan tingkat kesulitan masalah yang dihadapi. Siswa yang berkemampuan tinggi akan dibagian kartu dengan tingkatan kognitif yang lebih tinggi, demikian juga sebaliknya.
Pembagian kartu harus dibuat secara acak tetapi teratur sesuai dengan tingkatan masing-masing.

3. Tiap peserta didik memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
Pada saat kartu dibagikan, beri mereka waktu antara 10 menit sampai dengan 15 menit untuk memikiran permasalahan dan jawaban masing-masing dari kartu yang mereka pegang. Mereka dapat mendiskusikannya dengan anggota kelompok sesame pemegang kartu, mencarinya di buku, internet, peta, globe, kamus , catatan atau sumber belajar lain yang digunakan pada saat itu. Berikan kesempatan agar semua dapat memikirkan soal dan jawaban pada setiap permasalahan yang ada.

4. Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
Setelah persoalan dipecahkan, peserta didikan saling mencari pasangan. Agar tidak terjadi kekacauan dapat dicari secara bergiliran dengan memberikan kesempatan satu persatu kepada siswa untuk membacakan soal atau permasalahan atau materi, setelah itu dapat mencari pasangan masing-masing.
Waktu pencarian diberikan waktu misalkan ada 10 persoalan maka point diberikan 10 s/d 1. Siswa yang menemukan pasangan pada 1 menit pertama diberi skor 10, pada 2 menit pertama di beri skor 9, pada 3 menit pertama diberikan skor 8 dan seterusnya. Sampai dengan 10 menit terakhir. Atau dapat juga setiap pasangan yang menemukan pasangan diberi skor 1.
5. Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
Point dapat diberikan sesuai dengan metoda di atas, dengan memberikan skor secara bertingkat atau dengan memberikan skor 1 dan 0, siswa yang dapat menemukan pasangan sesuai dengan waktu yang diberikan di beri skor 1 dan yang tidak berhasil menemukan jawaban diberi skor 0.

6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Selanjutnya kartu di kocok dan diberikan secara acak sesuai dengan tingkatan kemampuan masing-masing. Kembali diberi keseempatan dalam kelompok, jika anggotannya lebih dari 1 orang. Kemudian kembali ke langkah 4 dan 5.
7. Demikian seterusnya, lakukan secara berulang sampai waktu pembelajaran selesai. Siapa saja yang menjadi juara berilah mereka apresiasi, agar di lain kesempatan lebih baik. Berilah motivasi bagi yang belum berhasil.

8. Kesimpulan/penutup . Setelah selesai buatlah kesimpulan secara bersama-sama.

Oke sampai jumpa lagi salam dari kami di Banyuasin. Majulah terus pendidikan di Indonesia.

Mahfud MD (Ketua MK)