Sabtu, 01 Februari 2014

PENGEMBANGAN DIRI DI SEKOLAH



KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/dilaksanakan oleh konselor dan kegiatan ekstrakurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:
1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
a.      kehidupan pribadi
b.      kemampuan sosial
c.       kemampuan belajar
d.      wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstrakurikuler, antara lain kegiatan:
a.      kepramukaan, latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS), palang merah remaja (PMR), pasukan pengibar bendera (PASKIBRA).
b.      kegiatan ilmiah remaja (KIR),
c.       seni dan budaya, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan
d.      seminar, lokakarya, pameran/bazar
TEKNIK PELAKSANAAN

1.      Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:

a.      Kegiatan layanan dan kegiatan pendukung konseling
b.      Kegiatan ekstrakurikuler.

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut.
a.      Rutin, adalah kegiatan yang dilakukan secara terjadwal dan terus menerus,seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
b.      Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).

c.       Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan teladan, seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak direncanakan secara tersendiri melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler, tetapi bisa merupakan program sekolah dan dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan pembiasaan.

Senin, 07 Januari 2013

Kurikulum Baru 2013

Kurikulum Baru 2013 akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2013/2014. Terlihat kurikukum ini terlalu dipaksakan untuk dilaksanakan. Karena sampai dengan Januari 2013, kurikulum tersebut baru sebatas uji publik. Persiapan lain seperti sosialisasi ke seluruh guru jelas akan terhambat. Jika kita bandingkan dengan KTSP yang berlakukan 2006 sosiaalisasi TOT dan Bimtek sudah diberlakukan mulai tahun 2003. Persiapan yang sedemikian panjang, dan persiapan yang sedemikian matang masih terlalu banyak kekurangan apalagi dengan kurikulum baru 2013.
Pelaksanaan ditawarkan :diberlakukan secara berjenjang, atau melalui sekolah model sebagai contoh. Pelaksanan seperti ini juga sudah diberlakukan oleh KTSP. Jika kita melihat lebih jauh, perkembangan dari KTSP memang sudah sedemikian rupa dan implementasinya juga sedemikian rupa sehingga timbul berbagai penafsiran yang berbeda. Maka pada tahun 2010 dimunculkan juknis KTSP, dengan demikian penafsiran yang berbeda dari KTSP dapat diminimalisir. Usaha yang sedemikian keras dari Depdiknas, setiap tahun juga dilakukan bimtek secara berjenjang dengan regional-regional. Masifnya kegiatan KTSP di motori oleh masing-masing direktorat tentu memakan biaya yang sangat besar.
Demikian juga Kurikulum baru 2013, yang akan segera dilaksanakan. Ada beberapa catatan yang terlalu optimitis dari pelaksanaan kurikulum ini, padahal beberapa komponen baru digarap bulan januari 2013, seperti: Pengembangan Kompentensi Inti, Buku Pedoman Guru dan Buku Siswa.
Semua sebenarnya sudah lengkap dari KTSP, sehingga seharusnya Kurikulum 2013 hanya menyempurnaan KTSP, sehingga menjadi KTSP yang disempurnakan.
Karena jika kita paksanakan dengan model baru, buku baru, yang didrop dari jakarta, dimana hak sekolah. Semua kembali di tarik Kurikulum 89, sehingga tidak realistik. Ada beberapa kejanggalan yang muncul seperti tidak singkronya antara Kompetensi Inti dari struktur kurikulumnya:
Misalkan di SMP terdapat kompetensi inti:
  1. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu    pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
Di SMA
  1. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Tetapi mata pelajaran inti berkiatan dengan teknologi, ilmu pengehuan dikurangai seperti TIK dihilangan, jam fisika, kimia dan biologi hanya 4 jam. Sulit sekali dilakukan sebab selaman ini 5 jam saja kekurangan.
Muncul mata pelajaran yang bakal tidak produktif
  1. Seni Budaya
  2. Prakarya
  3. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya akan menjadi pepesan kosong dengan jumlah jam 4 jam, karena kurikulum seni dan prakarya tidak bisa dipaksanakan pada semua orang. Mestinya dua mata pelajaran ini masuk pada ektrakurikuluer yang dapat dipelajaran 1/2 hari penuh. disamping itu sesuai dengan minat. Sehingga tidak lahir teori seni, kita butuh praktik dan hasil bukan teori. Karena Seni dan Karya berkaitan dengan psikomotorik.
Demikian juga  olahraga dan kesehatan, apa tujuan dan mata pelajaran ini, jika hanan  ingin sehat cukup dengan senam seminggu sekali, sedangkan olahraga prestasi dilakukan di ektrakurikuler.
Hal-hal yang hanya berkaitan dengan praktek sulit sekali dilaksanakan dalam tatap muka di depan kelas, tetapi membutuhkan waktu yang lama dan kebebasan memilih sesuai bakat dan minat.
Belum lagi timbul masalah siapa yang akan mengajar? merekrut guru baru atau membuka jurusan baru di perguruan tinggi? Butuh waktu 4-5 tahun untuk menghasilkan dua guru ini, sebuah kurikulum yang jauh panggang dari api.
Penambahan waktu memang sangat penting, tapi lihatkan jauh ke depan. Di negeri ini sejak otonomi daearh banyak sekolah dobel sift. Lalu sampai jam berapa anak yang belajar di siang hari, mau pulang jam 7 malam?
Sanggupkan pemerintah memenuhi kekurangan ruang kelas sebelum Juli 2013?
Tentu kurikulum ini sangat sulit dilaksanakan secara ideal.
Menurut saya permasalahan bukan pada kurikulum, tetapi pada guru dan sarana. Banyak guru yang memiliki kemampuan di bawah standar, sehingga perlu diberikan pelatihan, bimtek, atau peningkatan kompetensi guru, di buktikan dengan hasil UK dan UKG guru yang dari harapan. Pemeratahaan guru yang terjadi ketimbangan antara satu daerah dengan daerah lain, secara hitungan cukup dilapangan masih ada banyak sekolah yagn tidak memiliki guru tetap, sungguh ironi.
Sarana dan prasarana, cobalah lihat sekolah sekolah di luar kota, apa yang mereka miliki 2 komputer untuk 1 sekolah, lab tidak ada, bagaimana mungkin kita dapat mencapai target yang kita tentukan.
Mari kita renungkan kembali, apakah kurikulum 2013 harus diberlakukan dengan tergesa-gesa? Tanpa kajian kelemahan KTPS?

Rabu, 01 Februari 2012

MENGAJAR DENGAN MENYENANGKAN


MENGAJAR DENGAN MENYENANGKAN tentu menjadi impian semua guru. Seorang guru pasti menginginkan agar siswanya senang kepadanya, menyukai pelajaran yang diampu, meskipun materi dari materi tersebut sangat sulit. Menjadi guru ilmu-ilmu eksak seperti MATEMATIKA, KIMIA, FISIKA dan GURU BAHASA INGGRIS lebih sulit menarik perhatian siswa dibandingkan dengan pelajaran seperti sejarah, Pkn atau Agama. Mengapa hal ini terjadi ?
Disamping tingkat penerapan ilmu dari mata pelajaran  tersebut yang relatif lebih mudah penampilan dan cara kita mengajar di kelas  sangatlah penting. Loh… Loh kenapa begitu? Lagi-lagi muncul pertanyaan ? Ya iyalah masa ya iya dong.
Siswa akan tertarik dengan mata pelajaran yang kita ampu, jika siswa kita tertarik dengan pribadi gurunya, sifatnya atau wajah sang guru. Kalau siswa tidak suka gurunya pasti mata pelajaran ikut-ikutan tidak disenangi. Sifat wan wajah juga penting loh, Lalu gimana dengan wajah guru seperti saya yang pas-pasan apalagi sudah tidak muda lagi? Tanya lagi… tanya lagi, kayaknya posting kali ini memang banyak pertanyaan di kepala saya.
Butuh STRATEGI, TEKNIK, MODEL, ATAU PENDEKATAN… entah apalagi namanya yang penting dalam pengajar perlu keterampilan penguasaan kelas. Dalam mengajar tidak melulu langsung menuliskan tujuan PEMBELAJARAN, INDIKATOR, MENYAMPAIKAN MATERI, BERTANYA SUDAH PAHAM ATAU BELUM KEMUDIAN MEMBERIKAN LATIHAN DAN  MENUTUP PELAJARAN. Sebuah pembejalaran yang hambar dan kurang berkarakter. Saya terus terang pernah melakukan hal seperti itu selama dua tahun, pada saat awal-awal menjadi guru. Pemikiran saya yang penting selesai menyampaikan materi pelajaran fisika, dan memberikan ulangan serta memasang wajah sangar. Ternyata  Itu sudah cukup dan tidaklah baik setelah direnungkan.
Guru merupakan PROFESI dengan dua ciri yaitu MENGAJAR dan MENDIDIK. Mengajar guru hanya sebagi TRANSFER OF LEARN, menyampaikan apa yang kita ketahui,  guru dianggap yang paling tahu lebih dahulu. Di era teknologi seperti sekarang pengalaman dan kemampuan siswa kadang melebihi kemampuan kita sebagai guru. Jika hal ini terjadi jangan  risau dan susah, jadikah hal ini sebagai sarana untuk sukses mengajar di kelas. Jadikan mereka yang sudah lebih tahu dari kita sebagai sumber belajar bagi kita maupun bagi teman di kelasnya. Dua sisi mata pisau kita lampaui, tugas kita lebih ringan, siswa yang mengajari semakin pintar, dan siswa lain terbantu.  
Jangan melulu menyampaikan materi dengan teknik tertentu, gunakan variasi.  Pikirkan cara baru mengajar, sekali-kali mengajar  DI TEMPAT PARKIR, DEKAT TONG SAMPAH, TAMAN SEKOLAH, PINGGIR JALAN, LAMPANGAN BASKET ATAU DI KEBUN SEKOLAH. Sesuaikan dengan materi yang dibicarakan.  Dekatkan materi dengan lingkungan. 
Jika moving, aturlah posisi kursi kelas Anda secara berkala, hindari penataan kelas yang monoton, klasik dan itu-itu saja. Silahkan ubah susunan bangku dan kursi sesuai dengan selera Anda atau siswa di kelas Anda.
Tempelkan hasil kerja, portopolio, lukisan, gambar, laporan dan lain-lain di dinding-dinding kelas Anda sehingga dapat dilihat oleh siswa dan guru lain. Satu hal lagi, mintalah setiap siswa menuliskan cita, cinta, impian dan sekolah lanjutan atau perguruan tinggi yang akan dituju atau mimpi hidup ke depan, berilah mereka kebebasan dalam pembuatan itu JANGAN DISERAGAMKAN!
Tugas selanjutnya ada mendidik, mendidik mudah sekali untuk disebutkan tetapi sulit sekali dilaksanakan. Makanya fakultas yang mendidik para guru namanya FKIP yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  BUKAN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengajaran, meskipun saat ini masih FKIP yang berlaku yang kedua. Mendidik perlu pengalaman, mendidikan perlu kedewasaan coba renungkan 18 ciri Karakter berikut ini:
1.       Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2.       Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3.       Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4.       Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuhpada berbagai ketentuan dan peraturan.

5.       Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

6.       Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan caraatau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7.       Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8.       Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9.       Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10.   Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11.   Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,ekonomi, dan politik bangsa.

12.   Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13.   Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

14.   Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15.   Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16.   Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17.   Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuanpada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18.   Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Semua berkaitan dengan mendidik dan perubahan sikap, tingkah laku.  Maka tanamkan tingkah laku pada siswa dengan cara: ketauladanan, pembiasaan dan terjadwal. Ketauladanan dengan memberikan contoh secara langsung: jangan segan mencabut rumput, menghapus papan, atau memungut sampah di lingkungan.  Pembiasaan, setelah menghapus suruh siswa yang meneruskan, atau ajaklah siswa untuk memungut sampah, mengecek kelas, lingkungan tempat belajar setiap kali mulai pembelajaran. Terjadwal buatlah jadwal siswa untuk maju, mengerjakan tugas, memyampaikan makalah dan patuhi jadwal yang telah disusun denganm kesepakatan siswa.
Selemat menjadi guru yang HEBAT, guru yang rindu, guru yang dicari siswa, guru yang ditanyakan siswa dan ditunggu kehadirannya di kelas. JADILAH GURU PRIMA.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pendidikan Karakter (Pendikar)


Kegamangan akan rasa kebangsaan, isu disitegrasi, terorisme, kerusuhan suku, ras,  dan golongan telah mengoyak perasaan dan hati kita sebagai anak bangsa. Bangsa yang begitu besar, didirikan dengan tetesan darah dan air mata oleh para pahlawan, ternyata sudah mulai dilupakan oleh sebagian anak bangsa. Mereka seakan hidup bukan di negeri ini, Indonesia. Padahal mereka hidup, mencari hidup, lahir dan besar di sini, di bumi yang kita cintai Indonesia.

Bangsa yang lahir dengan kegagahan para pemuda dan logika dari yang tua, menjadikan Indonesia sejajar dengan negara lain. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, negara demokrasi terbesar, sudah seharusnya kita harus bangga dengan Indonesia. Ada apa dengan bangsa ini, saya jadi teringat dengan lagu:
Oh lihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati
Air matanya berlinang, dambakan keadilan
Hutan, gunung, sawah, lautan. Simpanan kekayaan.
Kini Ibu sedang SUSAH
Merintih dan berdoa
Lirik dan irama lagu ini, sangat pas jika didendangkan saat ini. Lagu ini sebenarnya bisa diubah menjadi lagi gembira menjadi sebagai berikut.
Oh lihat ibu pertiwi, sedang berbangga hati.
Anak bangsa mengagumkan, prestasinya menjulang.
Sandang, papan, serta pangan. Semuanya berlimpah.
Rakyatnya punya karakter.
Negara jadi kuat.
Sudah saatnya kita mengubah wajah ibu pertiwi yang muram menjadi ceria, yang susah menjadi bangga dengan memahami hakikat sebagai bangsa. Bangsa yang besar, bangsa yang bermartabat, bangsa yang kuat dan bangsa yang berpengaruh baik ke dalam maupun ke luar negeri.  Salah satu yang harus ditanamakan ke dalam diri kita adalah bangsa berkarakter. Bangsa yang memiliki kepribadian kuat, berbudaya sesuai dengan adat dan norma negara. Ada 18 ciri karakter bangsa Indonesia yang berazaskan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.  Ke-45 karakter bangsa Indonesia yang merupakan ciri dari sejak nenek moyang kita adalah sebagai berikut.
1.      Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2.      Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3.      Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4.      Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5.      Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6.      Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7.      Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8.      Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9.      Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10.  Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11.  Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12.  Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13.  Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14.  Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15.  Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16.  Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17.  Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18.   Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Dari 18 karakter bangsa di atas sudah banyak yang tercerabut dari sanubari anak bangsa sehingga berbagai bentuk korupsi juga terjadi di negeri ini. Ini sebenarnya bukan kesalahan masa lampau, tetapi kesalahan kita saat ini yang tidak lagi menerakpakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Tidak ada lagi cara jujur, toleransi, cinta damai, peduli sosial dan tanggung jawab. Sekarang kita tidak lagi mengikuti pepatah “Sepi ing pamrih, rame ing gawe” (jauh dari pamrih, penuh dengan kerja keras). Artinya kita mengutamakan kerja, pada saat ditanya imbalan, maka kita akan menjauhnya, berapapun akan diterima yang penting memenuhi rasa keadilan.
Karakter bangsa kita, yang selama ini hanya slogan, dan tulisan perlu diimplementasikan ke dalam kehidupan secara nyata. Apalah artinya tulisan jika semua tidak dapat diterapkan ke dalam dunia nyata. Cara penerapan yang dilakukan salah satunya melalui dunia pendidikan dari yang paling rendah yaitu PAUD/TK sampai ke Perguruan Tinggi. Pelaksanaannya juga tidak mengenal jenjang, bukan hanya siswa tertapi seluruh stok holder di setiap tingkat satuan pendidikan mulai dari Bupati/walikota, kepala dinas, para kabid dan kasi, kepala sekolah, guru, siswa sampai tukang sapu dan penjaga sekolah. Semua harus dapat menerapkan ke-18 karakter bangsa di atas.
Dalam penerapakan di kurikulum kita tidak memerlukan kurikulum baru, tetapi tinggal mengimplementasikan ke dalam kegiatan pengembangan diri. Para guru dilapangan jangan lagi diribetkan dengan administasi yang selama ini membelenggu bangsa. Dalam pendidikan yang penting adalah implemensi dan penerapan.
Kegiatan pendidikan karakter dalam dilaksanakan dengan situasi
1.      Rutin
2.      Spontan
3.      Keteladanan
4.      Pengkondisian

Kegiatan pembelajaran dalam kerangka pengembangan karakter peserta didik dapat menggunakan pendekatan belajar aktif seperti pendekatan belajar kontekstual, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran pelayanan,pembelajaran berbasis kerja, dan ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) dapat digunakan untuk pendidikan karakter.  Pengembangan Budaya Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, yaitu:

a. Kegiatan rutin
Kegiatan rutin yaitu kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Misalnya kegiatan upacara hari Senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdo’a sebelum pelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam apabila bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman. Untuk PKBM (Pusat Kegiatan Berbasis Masyarakat) dan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) menyesuaikan kegiatan rutin dari satuan pendidikan tersebut.

b. Kegiatan spontan
Kegiatan yang dilakukan peserta didik secara spontan pada saat itu juga, misalnya, pengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.

c. Keteladanan
Merupakan perilaku, sikap guru, tenaga kependidikan dan peserta didik dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik lain. Misalnya nilai disiplin ( kehadiran guru yang lebih awal dibanding peserta didik) , kebersihan, kerapihan, kasih sayang, kesopanan, perhatian, jujur, dan kerja keras dan percaya diri.

d. Pengkondisian
Pengkondisian yaitu penciptaan kondisi yang mendukung keterlaksanaan pendidikan karakter, misalnya kebersihan badan dan pakaian, toilet yang bersih, tempat sampah, halaman yang hijau dengan pepohonan, poster kata-kata bijak di sekolah dan di dalam kelas.

Rabu, 17 Agustus 2011

Kekuatan Cita-cita

Tulisan saya kali ini sedikit berbeda, saya hanya ingin berbagi dasyatnya sebuah Cita-Cita. Di antara kita ada yang tidak tahu perbedaan antara cita-cita dengan khayalan. Bahkan ada yang menganggap bahwa cita-cita adalah khayalan.
Dua hal ini merupakan sesuatu yang sangat berbeda. Cita-cita adalah sesuatu yang keluar dari lubuk hati, yang akan kita gapai entah itu masuk akal atau tidak masuk akal. Dengan demikian cita-cita merupakan hal yang sangat penting dalam hidup, cita-cita hampir mirip dengan impian. Cita-cita atau impian seseorang PASTI dapat dicapai oleh semua orang. Bukan saya mendahului takdir Allah SWT, karena ini merupakan janji Allah barang siapa berdoa niscaya akan dikabulkan. Tanamkan ini dalam lubuk hati kita, pada keyakinan kita, pada seluruh perbuatan kita bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Kekuatan Allah yang ada di dalam hati kita akan memberikan kekuatan luar biasa.
Jika Anda akan mendirikan Masjid, camat mendukung, bupati mendukung, dan gubernur mendukung. Tentu semangat Anda untuk mendirikan masjid akan berlipat Ganda. Okey

Apalagi jika mendapat dukungan dari Allah, Maha segala Maha. Kenapa keyakinan dan semangat kita tidak berlipat Ganda. Ini karena kita tidak mengikuti kata hati kita Allah Maha Segala Maha.

Mulai sekarang Tanamkana Cita-cita untuk menjadi kaya, memiliki mobil, membangun masjid besar, menyumbang fakir miskin dan mempunyai uang yang berlimpah, mencapai S1, S2, S3 atau mencapai semua impian menjadi kepala cabang, istruktur, penjual yang sukses. Tancapkanlah di dalam dada PASTI ini akan tercapai, PASTI, PASTI, PASTI... sesuai janji Allah.

Jika semua ini Anda lakukan dengan ACTION, maka hal itu adalah cita-cita, semua cita-cita akan tercapai. Maka cita-cita itu sangat dengan dengan ACTION. semua cita-cita harus dicapai dengan ACTION. Maka lakukan action dengan sebaik-baiknya, mulai sekarang. Jangan Tunda apa yang akan Anda lakukan untuk mencapai cita-cita.
Tidak Akan berubah Nasib Suatu Kaum, KECUALI kaum itu sendiri yagn mengubahnya.


 Gantungkan cita-cita setinggi-tingginya, Orang yang GAGAL adalah orang yang terlalu rendah meletakan cita-citanya sehingga terlalu mudah untuk dicapai, BUKAN orang yang tidak dapat mencapai cita-citanya karena melataknnya sangat tinggi. SETIDAKNYA dalam kepala kita sudah terbang tinggi bersama bintang-bintang di kepala kita.

BERBEDA dengan KHAYALAN, khayalan adalah pepesan kosong, obrolan pinggir jangan dan berlalu begitu saja. Maka jangan campur adukan antara CITA-CITA dengan KHAYALAN.

Gantungkan CITA-CITA kita sehingga Langit, Karena cita-cita Kita PASTI-PASTI-PASTI akan tercapai sesuai dengan janji ALLAH. Ingat 99% keberhasihan cita-cita karena ACTION.


Wassalamualaikum Wr.Wb



Kamis, 28 Juli 2011

Menggunakan Internet Sebagai Sumber Belajar


Ketika saya menekan tuts computer pertama kali pada tahun 1988/1989 saya tidak pernah menyangka kalau computer akan berkembang sedemikian rupa seperti sekarang. Waktu itu saya hanya berfikir computer merupakan barang langka yang tidak ada di sembarang tempat dan harganya sangat mahal.
Waktu itu computer adalah jenis XT, dan AT 286, kedua computer ini merupakan barang antic yang pasti sekarang hanya ada di museum milik bil gate, atau perusahaan computer lainnya.
Sekarang computer sudah sedemikian rupa majunya, sudah masuk ke dalam berbagai lini, saya sendiri kalau tidak menekan tuts computer dalam satu hari rasanya kangen sekali. Sebagai guru saya banyak menghabiskan waktu untuk mengajar, menulis dam memelototi layar monitor, dengan kacamata + ku yang antic.

Saya pernah mengalami kejadian lucu yang tidak pernah dapat dilupakan seumur hidupku. Pada tahun 2003, saya mengikuti lomba Clasroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Saat itu saya sudah mengenal computer dengan baik, dapat membuat slide dengan Power Point. Akan tetapi pada saat itu tidak satupun LCD monitor disediakan dinas Pendidikan Propinsi, yang ada hanyalah OHP.
Saya bergelut semalaman untuk membuat OHT (beningan), saya hasilnya cukup fantastis. KArena itu adalah lomba pertamaku dalam CAR dan saya mewakili propinsi dalam lomba CAR tingkat Nasional di Batu Malang. Ketika sampai di malang saya terpana, betapa saya tertinggal semua orang dari pulau jawa menggunakan LCD, Flasdisk dan semua barang-barang yang asing bagiku.
Sejak saat saya tidak lagi perduli dengan lingkungan, bahwa teknologi merupakan hal yang harus dikuasai meskipun dengan keadaan serba terbatas. Ini semua yang memicuku sampai saat itu, hingga menjadi cukup di kenal di Banyuasin dan Sumatera Selatan.
Komputer terutama internet merupakan sumber belajar yang harus di manfaatkan oleh semua guru karena di dalam internet terdapat jutaan bahkan milyaran informasi yang ada  dan terupload setiap detik.
1.       Internet Sumber Belajar
Ada beberapa trik yang harus dilakukan oleh guru dalam penggunaan internet, pertama adalah browsing, mencari informasi sesuai dengan mata pelajaran. Dalam browsing kita dapat mencari gambar, materi, skema, media yang dapat digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat itu guru tidak lagi hanya berpedoman pada buku, karena buku biasanya tertinggal dengan informasi dari internet yang serba baru.

2.       Internet Lebih Murah
Disamping itu dengan internet tentu pengeluaran menjadi lebih murah, jika kita browsing selama 3 jam di warnet, maka hanya mengerluarkan 10 ribu saja, tetapi jika kita mencari buku dengan dengan kualitas yang ada di internet, tentu dengan harga yang lebih mahal.
Peserta didik kita juga harus terbiasa dengan internet, guru harus dapat menggiring siswanya untuk menggunakan internet sebagai sarana untuk mengembangkan diri. Perlu di ingat bahwa TIK bukan saja miliki guru TIK, tetapi harus dimiliki oleh semua guru mata pelajaran. Dengan teknologi semua menjadi mudah. Kendala hanya di dapatkan pada awal waktu penggunaan, selanjutnya terserah Anda, pasti akan keranjingan seperti saya.

3.       Teknik Penggunaan
Dalam penggunaan internet, kita dapat melakukan secara halus sebagai contoh tugas yang kita berikan dikumpulkan melalui email, atau kita kirimkan email tugas pada siswa. Dengan demikian maka siswa harus membuat email. Kita dapat juga memasang tugas di dalam blog, atau website. Siswa yang akan melihat tugas harus mengunjungi blog yang bersangkutan.
Sebenarnya kita memaksa siswa untuk dapat menggunakan internet secara halus, jika hal ini tidak dilakukan maka penggunaan internet hanya isapan jempol saja.
Internet juga dapat digunakan untuk mengajar secara langsung di kelas dengan bantuan LCD Proyektor, siswa akan mendapatkan hal-hal baru dan akan berusaha mencarinya sendiri baik dirumah maupun di warnet tentang materi yang dipelajari.
Kita dapat juga memanfaatkan secara offline, ini dilakukan jika computer di sekolah kita tidak tersambung dengan jaringan internet atau karena tidak ada hospot di sekolah kita. Dowload materi dan gunakan untuk mengajar di kelas.

Mahfud MD (Ketua MK)