Rabu, 28 Januari 2015



PENDEKATAN  SAINTIFIK  QUANTUM  DALAM  MEMAHAMI PERJALANAN ISRA MIKRAJ NABI MUHAMMAD SAW
(Teory Saintifik Quantum Isra Mikraj)

I.     PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kurang lebih enam bulan setelah pemboikotan kaum muslim berakhir, paman Rasulullah SAW, Abu Thalib meninggal dunia. Ketika Abu Thalib masih dalam kondisi sakit. Rasulullah datang dalam Ash-Shahih disebutkan dari Al-Musayyab, bahwa tatkala ajal hampir menghampiri Abu Thalib, Nabi SAW menemuinya, yang saat itu di sisinya ada Abu Jahal."Wahai paman, ucapkanlah la ilaha illallah, satu kalimat yang dapat engkau jadikan hujjah di sisi Allah," Sabda Rasulullah. Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah menyela, "Wahai Abu Thalib, apakah engkau tidak menyukai agama Abdul Muththalib ?" Keduanya tak pernah berhenti mengucapkan kata-kata ini, hingga pernyataan terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah, "Tetap berada pada agama Abdul Muththalib."  (http://mu5lim.blogspot.com, diunduh 30/12/2014)
Akhirnya Abu Thalib yang dengan setia melindungi Rasulullah meninggal dalam keadaan tidak memeluk Islam. Tentu hal ini menjadi duka yang sangat mendalam karena pengaruh dari paman-paman yang lain, maka pada akhir hayatnya Abu Thalib tidak diberi karunia sebagaimana yang tercantum dalam  kitab "Shahih Al-Bukhari" no.3884:"... Hingga saat menjelang kematiannya, kata terakhir yang diucapkan Abu Thalib kepada mereka (Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah) adalah: '(aku) di atas agama Abdul Muththalib (penyembah berhala)'."[1]
 Allah sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:



Artinya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk  (Al-Qashash : 56)
Derita Rasulullah ditambah dengan wafatnya istri beliau Khadijah, tiga bulan kemudian Tanggal 10 Ramadhan tahun ke 10 Hijriah, merupakan hari yang sangat menyedihkan bagi Rasullah SAW. Di hari itu, junjungan kita Nabi Muhammad SAW mendapat musibah yang sangat berat yaitu dipanggilnya istri tercinta beliau Khadijah AS ke rahmatullah. Khadijah memang seorang istri teladan, yang telah berkhidmat dan mendampingi perjuangan Rasulullah dengan cara yang terbaik. Beliau adalah seorang istri yang hingga akhir hayatnya selalu mendukung dan membela dengan tulus ikhlas dakwah Islam yang dipikul oleh suaminya, Muhammad SAW. (http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com, dikases 3/12/2014)
Khadijah adalah istri yang  memperkuat Rasulullah dalam pembenaran Khadijah atas ucapan Rasul Allah membuat hati Nabi Muhammad SAW menjadi kuat. Khadijah juga menjadi penyandang dana sampai seluruh hartanya habis. Karena pendustaan dan gangguan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah mampu menggoyahkan setiap orang. Namun Nabi Muhammad Saw mampu menghadapi segala upaya kaum Musyrik Mekah dengan tabah bersama dukungan isterinya. Khadijah dengan telaten menepis segala bentuk kesulitan yang menghampiri suaminya. Khadijah selalu menjadi orang yang pertama percaya dengan apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW. (http://www.republika.co.id, diakses 3/1/2015)
Semua yang dilakukan oleh Kahdijah, istri rasulullah karena  hidayah dari Allah SWT. Dan Allah telah memilih Khadijah sebagai pendamping dalam memperjuangkan dan menyebarkan Islam, sehingga semua yang terjadi karena keyakinan dan hidaya dari Allah SWT.  Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-Kahf ayat 17  sebagai berikut:


Artinya: "Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya (QS Al-Kahf: 17)
Dua orang pada akhir hayatnya yang saling bertentangan, sama-sama orang yang sangat dekat dan mencintai Rasulullah dengan segenap jiwa dan raga tetapi satunya mendapat hidayah dan satunya tidak mendapat hidayah dari Allah SWT. 
Untuk menghibur Rasulullah yang berada dalam titik nadir kehidupannya, Allah SWT memberikan sebuah muhzijat berupa perjalanan yang dikenal Isra Mikraj. Pada saat berita tentang perjalanan Rasulullah disampaikan kepada kaum kafir Qurais, juga terjadi dua pendapat mempercayainya, meragukan bahkan mengingkarinya.
Menyelenggarakan suatu kajian tak kenal lelah berdasarkan prinsip-prinsip nalar ilmiah modern untuk membuktikan kebenaran peristiwa Isra’ Mikraj merupakan hal terbaik untuk dilakukan oleh setiap muslim. Usaha ini menjadi urgen, mengingat keraguan sekecil apapun mengenai validitas peristiwa Isra’ Mi’raj ini, maka maka nota bene juga merupakan keraguan atas keotentikan wahyu Al-Qur’an, kitab suci Agama Islam (zsavanasthought.blogspot.com diunduh 3/1/2015) 
Perjalanan sejauh 1.500 km dalam semalam pada saat itu merupakan hal sulit dipahami. Karena perjalanan dengan menggunakan Unta di padang pasir membutuhkan waktu berhari-hari atau  bulanan. Bagi orang-orang yang tidak beriman tentu hal ini tidak menjadi mereka mempercayai apa yang dikatakan oleh Rasululllah, bahkan mereka semakin kafir. Sampai dengan saat ini kontroversi. Karena keyakinan dan iman perjalanan Isra’ Mikraj baru sebatas keyakinan, karena qur’an dan hadist rasulullah yang diriwayatkan oleh para sahabat.
Perspektif ilmiah Al-Qur’an itu mencakup seluruh disiplin dan bidang ilmu pengetahuan modern apapun yang berkembang di dunia saat ini. Seperti astronomi, fisika, biologi sampai kepada ilmu kedokteran. Sehingga tanpa banyak disadari, semakin maju ilmu pengetahuan menemukan momentum baru bagi kemajuannya, maka semakin terbuktilah kebenaran dan keotentikan Al-Qur’an sebagai kitab suci (zsavanasthought.blogspot.com, diunduh 3/1/2015) 
Untuk dapat menyakinkan bahwa perjalanan tersebut benar, maka perlu dibuktikan kebenarannya secara ilmiah atau secara empiris serta bukti-bukti ilmiah sehingga dapat menambah keyakinan dan menyakinan bagi orang-orang yang berfikir. Nabi Besar Muhammad SAW, memiliki pendapat dan meletakan ilmu pengetahuan yang begitu tinggi. Ternyata Rasulullah telah meletakan landasan empiris yang sangat kuat 14 Abad yang lalu dan sekarang akan dibuktikan secara empiris dengan ilmu pengetahuan modern. Bagaimana perjalanan Isra’ Mikraj dapat dibuktikan secara saint, dan pendekatan apa yang digunakan sehingga mampu memperkuat keimanan.
Pendekatan saintifik adalah pendekatan terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.[2] Sehingga sangat memungkinkan pendekatan ini dapat diterima secara akal atau secara empiris.
Sedangkan teori kuantum secara terminologi, kuantum atau "quantum" [jamak: quanta] dalam fisika, mengandung arti kantong, kadut, paket, atau bungkusan. Berdasarkan pada Teori Kuantum (Quantum Theory, QT, QUT) dalam fisika, tenaga atau energi hadir dalam satuan terpisah atau unit diskrit (discrete), sebagai paket energi yang disebut kuantum. Sebagai misal, kuantum dari tenaga cahaya atau energi radiasi elektromagnetik, dinamakan foton (photon), sedangkan dalam konteks tertentu, kuantum dari energi nuklir, dinamakan meson. (Achmad Firwany, makalah implikasi dualitas energi dan materi, 2012, Fine Art)
Penjelasan mengenai isra’ mikraj perlu terus di kaji dengan ilmu-ilmu modern, mengingat perjalanan ini sangat penting dalam Islam karena pada perjalanan itu Rasulullah mendapat perintah untuk mengerjkan sholat lima waktu sebagai salah satu rukun Islam.  Sholat merupakan perintah yang langsung diterima oleh Rasulullah tanpa perantaraan Malaikat Jibril seperti perintah lainnya. Oleh karena itu pengkajian isra dan mikraj menjadi sangat penting agar kita dapat menjelaskan secara empiris dan saintific disamping untuk mempertebal keimanan kepada Allah SWT.


[1] Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata: "Di antara sesuatu yang aneh tapi nyata adalah bahwa paman Nabi صلي الله عليه و سلم yang mendapati masa ke-Islam-an ada empat orang; dua orang tidak masuk Islam dan yang dua lagi masuk Islam. Nama dua orang yang tidak masuk Islam tersebut bukan lah nama muslim; yaitu Abu Thalib yang namanya Abdu Manaf dan Abu Lahab yang namanya Abdul 'Uzza. Hal ini berbeda dengan nama dua orang paman Rasul صلي الله عليه و سلم yang masuk Islam (nama asli mereka, nama muslim); yaitu Hamzah رضي الله عنه dan Al-Abbas رضي الله عنه. ("Fathul Bari" juz 7, hal.236)

Sabtu, 01 Februari 2014

PENGEMBANGAN DIRI DI SEKOLAH



KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/dilaksanakan oleh konselor dan kegiatan ekstrakurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:
1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
a.      kehidupan pribadi
b.      kemampuan sosial
c.       kemampuan belajar
d.      wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstrakurikuler, antara lain kegiatan:
a.      kepramukaan, latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS), palang merah remaja (PMR), pasukan pengibar bendera (PASKIBRA).
b.      kegiatan ilmiah remaja (KIR),
c.       seni dan budaya, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan
d.      seminar, lokakarya, pameran/bazar
TEKNIK PELAKSANAAN

1.      Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:

a.      Kegiatan layanan dan kegiatan pendukung konseling
b.      Kegiatan ekstrakurikuler.

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut.
a.      Rutin, adalah kegiatan yang dilakukan secara terjadwal dan terus menerus,seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
b.      Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).

c.       Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari yang dapat dijadikan teladan, seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak direncanakan secara tersendiri melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler, tetapi bisa merupakan program sekolah dan dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan pembiasaan.

Senin, 07 Januari 2013

Kurikulum Baru 2013

Kurikulum Baru 2013 akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2013/2014. Terlihat kurikukum ini terlalu dipaksakan untuk dilaksanakan. Karena sampai dengan Januari 2013, kurikulum tersebut baru sebatas uji publik. Persiapan lain seperti sosialisasi ke seluruh guru jelas akan terhambat. Jika kita bandingkan dengan KTSP yang berlakukan 2006 sosiaalisasi TOT dan Bimtek sudah diberlakukan mulai tahun 2003. Persiapan yang sedemikian panjang, dan persiapan yang sedemikian matang masih terlalu banyak kekurangan apalagi dengan kurikulum baru 2013.
Pelaksanaan ditawarkan :diberlakukan secara berjenjang, atau melalui sekolah model sebagai contoh. Pelaksanan seperti ini juga sudah diberlakukan oleh KTSP. Jika kita melihat lebih jauh, perkembangan dari KTSP memang sudah sedemikian rupa dan implementasinya juga sedemikian rupa sehingga timbul berbagai penafsiran yang berbeda. Maka pada tahun 2010 dimunculkan juknis KTSP, dengan demikian penafsiran yang berbeda dari KTSP dapat diminimalisir. Usaha yang sedemikian keras dari Depdiknas, setiap tahun juga dilakukan bimtek secara berjenjang dengan regional-regional. Masifnya kegiatan KTSP di motori oleh masing-masing direktorat tentu memakan biaya yang sangat besar.
Demikian juga Kurikulum baru 2013, yang akan segera dilaksanakan. Ada beberapa catatan yang terlalu optimitis dari pelaksanaan kurikulum ini, padahal beberapa komponen baru digarap bulan januari 2013, seperti: Pengembangan Kompentensi Inti, Buku Pedoman Guru dan Buku Siswa.
Semua sebenarnya sudah lengkap dari KTSP, sehingga seharusnya Kurikulum 2013 hanya menyempurnaan KTSP, sehingga menjadi KTSP yang disempurnakan.
Karena jika kita paksanakan dengan model baru, buku baru, yang didrop dari jakarta, dimana hak sekolah. Semua kembali di tarik Kurikulum 89, sehingga tidak realistik. Ada beberapa kejanggalan yang muncul seperti tidak singkronya antara Kompetensi Inti dari struktur kurikulumnya:
Misalkan di SMP terdapat kompetensi inti:
  1. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu    pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
Di SMA
  1. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Tetapi mata pelajaran inti berkiatan dengan teknologi, ilmu pengehuan dikurangai seperti TIK dihilangan, jam fisika, kimia dan biologi hanya 4 jam. Sulit sekali dilakukan sebab selaman ini 5 jam saja kekurangan.
Muncul mata pelajaran yang bakal tidak produktif
  1. Seni Budaya
  2. Prakarya
  3. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya akan menjadi pepesan kosong dengan jumlah jam 4 jam, karena kurikulum seni dan prakarya tidak bisa dipaksanakan pada semua orang. Mestinya dua mata pelajaran ini masuk pada ektrakurikuluer yang dapat dipelajaran 1/2 hari penuh. disamping itu sesuai dengan minat. Sehingga tidak lahir teori seni, kita butuh praktik dan hasil bukan teori. Karena Seni dan Karya berkaitan dengan psikomotorik.
Demikian juga  olahraga dan kesehatan, apa tujuan dan mata pelajaran ini, jika hanan  ingin sehat cukup dengan senam seminggu sekali, sedangkan olahraga prestasi dilakukan di ektrakurikuler.
Hal-hal yang hanya berkaitan dengan praktek sulit sekali dilaksanakan dalam tatap muka di depan kelas, tetapi membutuhkan waktu yang lama dan kebebasan memilih sesuai bakat dan minat.
Belum lagi timbul masalah siapa yang akan mengajar? merekrut guru baru atau membuka jurusan baru di perguruan tinggi? Butuh waktu 4-5 tahun untuk menghasilkan dua guru ini, sebuah kurikulum yang jauh panggang dari api.
Penambahan waktu memang sangat penting, tapi lihatkan jauh ke depan. Di negeri ini sejak otonomi daearh banyak sekolah dobel sift. Lalu sampai jam berapa anak yang belajar di siang hari, mau pulang jam 7 malam?
Sanggupkan pemerintah memenuhi kekurangan ruang kelas sebelum Juli 2013?
Tentu kurikulum ini sangat sulit dilaksanakan secara ideal.
Menurut saya permasalahan bukan pada kurikulum, tetapi pada guru dan sarana. Banyak guru yang memiliki kemampuan di bawah standar, sehingga perlu diberikan pelatihan, bimtek, atau peningkatan kompetensi guru, di buktikan dengan hasil UK dan UKG guru yang dari harapan. Pemeratahaan guru yang terjadi ketimbangan antara satu daerah dengan daerah lain, secara hitungan cukup dilapangan masih ada banyak sekolah yagn tidak memiliki guru tetap, sungguh ironi.
Sarana dan prasarana, cobalah lihat sekolah sekolah di luar kota, apa yang mereka miliki 2 komputer untuk 1 sekolah, lab tidak ada, bagaimana mungkin kita dapat mencapai target yang kita tentukan.
Mari kita renungkan kembali, apakah kurikulum 2013 harus diberlakukan dengan tergesa-gesa? Tanpa kajian kelemahan KTPS?

Rabu, 01 Februari 2012

MENGAJAR DENGAN MENYENANGKAN


MENGAJAR DENGAN MENYENANGKAN tentu menjadi impian semua guru. Seorang guru pasti menginginkan agar siswanya senang kepadanya, menyukai pelajaran yang diampu, meskipun materi dari materi tersebut sangat sulit. Menjadi guru ilmu-ilmu eksak seperti MATEMATIKA, KIMIA, FISIKA dan GURU BAHASA INGGRIS lebih sulit menarik perhatian siswa dibandingkan dengan pelajaran seperti sejarah, Pkn atau Agama. Mengapa hal ini terjadi ?
Disamping tingkat penerapan ilmu dari mata pelajaran  tersebut yang relatif lebih mudah penampilan dan cara kita mengajar di kelas  sangatlah penting. Loh… Loh kenapa begitu? Lagi-lagi muncul pertanyaan ? Ya iyalah masa ya iya dong.
Siswa akan tertarik dengan mata pelajaran yang kita ampu, jika siswa kita tertarik dengan pribadi gurunya, sifatnya atau wajah sang guru. Kalau siswa tidak suka gurunya pasti mata pelajaran ikut-ikutan tidak disenangi. Sifat wan wajah juga penting loh, Lalu gimana dengan wajah guru seperti saya yang pas-pasan apalagi sudah tidak muda lagi? Tanya lagi… tanya lagi, kayaknya posting kali ini memang banyak pertanyaan di kepala saya.
Butuh STRATEGI, TEKNIK, MODEL, ATAU PENDEKATAN… entah apalagi namanya yang penting dalam pengajar perlu keterampilan penguasaan kelas. Dalam mengajar tidak melulu langsung menuliskan tujuan PEMBELAJARAN, INDIKATOR, MENYAMPAIKAN MATERI, BERTANYA SUDAH PAHAM ATAU BELUM KEMUDIAN MEMBERIKAN LATIHAN DAN  MENUTUP PELAJARAN. Sebuah pembejalaran yang hambar dan kurang berkarakter. Saya terus terang pernah melakukan hal seperti itu selama dua tahun, pada saat awal-awal menjadi guru. Pemikiran saya yang penting selesai menyampaikan materi pelajaran fisika, dan memberikan ulangan serta memasang wajah sangar. Ternyata  Itu sudah cukup dan tidaklah baik setelah direnungkan.
Guru merupakan PROFESI dengan dua ciri yaitu MENGAJAR dan MENDIDIK. Mengajar guru hanya sebagi TRANSFER OF LEARN, menyampaikan apa yang kita ketahui,  guru dianggap yang paling tahu lebih dahulu. Di era teknologi seperti sekarang pengalaman dan kemampuan siswa kadang melebihi kemampuan kita sebagai guru. Jika hal ini terjadi jangan  risau dan susah, jadikah hal ini sebagai sarana untuk sukses mengajar di kelas. Jadikan mereka yang sudah lebih tahu dari kita sebagai sumber belajar bagi kita maupun bagi teman di kelasnya. Dua sisi mata pisau kita lampaui, tugas kita lebih ringan, siswa yang mengajari semakin pintar, dan siswa lain terbantu.  
Jangan melulu menyampaikan materi dengan teknik tertentu, gunakan variasi.  Pikirkan cara baru mengajar, sekali-kali mengajar  DI TEMPAT PARKIR, DEKAT TONG SAMPAH, TAMAN SEKOLAH, PINGGIR JALAN, LAMPANGAN BASKET ATAU DI KEBUN SEKOLAH. Sesuaikan dengan materi yang dibicarakan.  Dekatkan materi dengan lingkungan. 
Jika moving, aturlah posisi kursi kelas Anda secara berkala, hindari penataan kelas yang monoton, klasik dan itu-itu saja. Silahkan ubah susunan bangku dan kursi sesuai dengan selera Anda atau siswa di kelas Anda.
Tempelkan hasil kerja, portopolio, lukisan, gambar, laporan dan lain-lain di dinding-dinding kelas Anda sehingga dapat dilihat oleh siswa dan guru lain. Satu hal lagi, mintalah setiap siswa menuliskan cita, cinta, impian dan sekolah lanjutan atau perguruan tinggi yang akan dituju atau mimpi hidup ke depan, berilah mereka kebebasan dalam pembuatan itu JANGAN DISERAGAMKAN!
Tugas selanjutnya ada mendidik, mendidik mudah sekali untuk disebutkan tetapi sulit sekali dilaksanakan. Makanya fakultas yang mendidik para guru namanya FKIP yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  BUKAN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengajaran, meskipun saat ini masih FKIP yang berlaku yang kedua. Mendidik perlu pengalaman, mendidikan perlu kedewasaan coba renungkan 18 ciri Karakter berikut ini:
1.       Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2.       Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3.       Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4.       Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuhpada berbagai ketentuan dan peraturan.

5.       Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

6.       Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan caraatau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7.       Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8.       Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9.       Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10.   Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11.   Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,ekonomi, dan politik bangsa.

12.   Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13.   Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

14.   Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15.   Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16.   Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17.   Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuanpada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18.   Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Semua berkaitan dengan mendidik dan perubahan sikap, tingkah laku.  Maka tanamkan tingkah laku pada siswa dengan cara: ketauladanan, pembiasaan dan terjadwal. Ketauladanan dengan memberikan contoh secara langsung: jangan segan mencabut rumput, menghapus papan, atau memungut sampah di lingkungan.  Pembiasaan, setelah menghapus suruh siswa yang meneruskan, atau ajaklah siswa untuk memungut sampah, mengecek kelas, lingkungan tempat belajar setiap kali mulai pembelajaran. Terjadwal buatlah jadwal siswa untuk maju, mengerjakan tugas, memyampaikan makalah dan patuhi jadwal yang telah disusun denganm kesepakatan siswa.
Selemat menjadi guru yang HEBAT, guru yang rindu, guru yang dicari siswa, guru yang ditanyakan siswa dan ditunggu kehadirannya di kelas. JADILAH GURU PRIMA.

Mahfud MD (Ketua MK)