Selasa, 09 Februari 2010

Model Pembelajaran PAIKEM - PAIKEM Learning Model

Proses pembelajaran apapun akan menarik jika di kemas secara baik. Sebagai guru kita harus berfikir sebagai marketing, petugas bank, pelayan hotel atau pekerja bengkel. Bukanlah kalau jika berkunjung ke Bank kita disambut dengan baik, Pak Satpam membukakan pintu dan mengambilkan nomor antrian. Pada saat kita sarapan di hotel jika kita pesan kopi manis pasti keluar kopi manis bukan teh atau kopi pahit. Atau jika ke bengkel jika service maka di service kendaraan kita.
Begitulah semestinya kita mengajar, siswa kita adalah para pelanggan ilmu yang tidak semuanya punya minat yang besar terhadap pelajaran yang kita ajarkan. Bahkan di antara mereka ada yang terpaksa masuk karena kurikulumnya harus begitu. Sebagai guru kita akan merasa puas jika kita mengajar siswa kita mengerti atau penuh antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.
Salah satu cara agar proses pembelajaran menarik adalah menggunakan model. Peserta didik yang kita hadapi pada umumnya usianya masih sangat muda, sedang berkembang pesat dan labil. Kebiasaan dari generasi ini adalah mengikuti tren yang sedang terjadi. Tren ini akan menjadi Model pada hidupnya dan meniru apa yang menjadi idolanya setiap sisinya.
Filofosi inilah yang menjadikan model pembelajaran terus berkembangan dan menarik banyak guru. Semakin banyak kita menguasai model pembelajaran akan menjadi kita guru yang menarik dan professional. Bayarannya, siswa akan bertanya “KENAPA BAPAK AA, IBU ii TIDAK HADIR YA, KANGEN DEH” padahal kita baru sekali tidak masuk kelas. Atau pada saat pembelajaran siswa badannya condong ke depan karena ingin dekat dengan kita karena sudah dengan kita dan tentunya mata pelajaran kita. Kesan guru killer harus jauhhhh di guru professional.
Salah satu yang perlu dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran, dengan model maka proses pembelajaran menjadi milik bersama. Milik siswa dan miliki guru, harus ada pergeseran paradigm bahwa guru bukan satu-satunya sumber ilmu yang menguasai semua ilmu pengetahuan. Libatkan mereka, menurut Quantum Teaching “Bawalah Dunia Kita ke Dunia Mereka, dan bawalah dunia mereka ke Dunia Kita”.
Model yang menarik itu salah satunya adalah PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) dan berkembang lebih jauh menjadi PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Meskipun model ini dibandingkan model lain memiliki cara dan teknik pelaksanaan yang sangat luas, model ini menuntut agar guru selalu melakukan 4 atau lima tindakan (Aktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan)
Aktif: Pembelajaran harus melibatkan peserta didik secara langsung, siswa diajak untuk terjun langsung dalam proses pembelajaran. Dengan demikian siswa merasa bagian yang utuh dari proses pembejaran. Pembelajaran harus adalah aktifitas baik dari guru maupun dari siswa. Dalam pembelajaran seharusnya siswa lebih aktif daripada guru. Disini dituntut peran guru untuk melibatkan siswa untuk mencari bahan, membaca, mengemukakan pendapat, menyanggah ataupun menyimpulkan pembelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setiap siswa mempunyai cara dan teknik yang unik untuk mempelajari sesuatu, sehingga kita tidak dapat memaksanakan dengan satu cara saja. Guru harus selalu berusaha agar semua peserta didik menceburkan dirinya dalam proses pembelajaran pada saat itu.
Indikator aktif dapat dilihat dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, bagaimana aktifitas mereka mengerjakan soal, melakukan praktek, mengemukakan pendapat. Aktif juga ditandai dengan “kelas yang meriah”.
Kreatif: Sebagai guru kita juga harus memberikan kesempatan kepada peserta didik kita untuk kreatif mengembangkan ide dan pikiran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kreatif ditandai dengan beragamanya cara, teknik, metoda yang digunakan siswa pada saat menjawab soal, melakukan diskusi, membuat catatan, cara menghafal, cara membuat tugas dan sebagainya. Mereka harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mata pelajaran masing-masing. Tidak meski menggunakan cara-cara atau teknik yang selalu kita berikan. Teknik yang kita berikan hanyalah sebagaian kecil “titian keledai” agar peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya sesuai dengan keinginannya sesuai dengan tuntutan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) atau tuntutan SKL (Standar Ketuntasan Lulusan)
Efektif: Proses pembelajarna harus berlangsung secara efektif, artinya tepat sasaran sesuai dengan indicator dan tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan harus sesuai dengan rencana (RPP) yang telah disusun dengan baik. Di sisi guru dituntut untuk membuat persiapan dan merencakan pembelajaran sebaik-baiknya. Perencanaan pembelajaran yang baik akan menghasilankan PBM yang optimal. Segala bahan, teknik, cara, pertanyaan, soal sudah dipikirkan sebelum PBM berlangsung. Pada saat PBM berlangsung jika ada ide baru yang lebih baik dapat dilakukan perubahan dengan catatan PBM dengan akan melebar kemana-mana sehingga Tujuan yang sebenarnya ingin dicapai tetap sampai.
Inovatif: Sebagai guru kita harus dapat menyajikan pelajaran dengan cara-cara yang baru dan tidak dengan teknik yang monoton. Berbagai cara harus kita cari dan gunakan agar peserta didik dapat mencapai KKM dan SKL yang telah ditentukan. Dengan inovasi teknik, cara, metoda, model, pembelajaran menjadi menarik. Guru harus selalu inovatif dengan belajar banyak dari internet, perpustakaan, buku, atau sumber belajar lain yang ada di lingkungannya untuk mendukung proses pembelajaran.
Kreatif dan Inovatif pada dasarnya sama saja, hanya saja inovatif lebih menekankan pada hal-hal yang baru yang mungkin merupakan temuan yang kita lakukan. Kreatif juga merupakan berbagai cara, teknik, metoda, model guru untuk dapat mencapai KKM dan SKL yang telah ditentukan. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh guru maka akan menghasilkan teknik yang semakin banyak. Agar guru kreatif maka guru harus selalu ikut dalam pelatihan, seminar, lokakarya, symposium yang berkaitan dengan pembelajaran. Gunakan waktu-waktu seperti itu untuk menimba ilmu dan mengimplementasikan ke dalam pembelajaran di kelas.
Menyenangkan: Guru harus dapat menciptkan suasana pembelajaran yang “meriah” di dalam kelas. Menyenangkan ada yang mengartikan akan memerlukan biaya yang TIDAK murah, padahal tidak demikian. Untuk melakukan pembelajaran yang menyenangkan kita harus mempersipakannya dengan baik. Sebagai contoh pada saat kita mengajar fisika, mengajar tentang gerak melingkar kita cukup menggunakan sebuah botol minuman bekas diisi dengan air diikat dengan lain, buka tutup botol lalu gerakan secara vertical dan horizontal. Sebelumnya tanyakan “Apakah air akan tumpah?, perkirakan hasil yang Anda Peroleh?”
Untuk mengajarkan tentang hukum 1 Newton kita hanya butuh sebuah gelas kosong letakan di bibir meja yang hamper jatuh, di bawahnya letakan keras kuarto yang masih bagus. Buatlah peserta didik cemas bahwa gelas tersebut akan jatuh. Dengan demikian pembelajaran akan terpusat. Tarik kertas dengan cepat, Tentu siswa akan lega karena gelas tidak jatuh bukan?.
Pada saat belajar Biologi tentang akar tunggang dan akar serabut, kita tidak perlu membuat atau menampilkan gambar tentang akar di papan tulis. Akan tetapi bawalah mereka ke kebun ke taman sekolah, siapkan tanaman untuk dicabut berakar tunggal dan serabut, ingat jangan merusak lingkungan. Dari sini siswa dapat langsung melihat jenis akar sesuai dengan pembelajaran.
Pada pembelajaran Tematik, di SD kita dapat memanfaatkan semua yang ada di kelas di ruang untuk menimbulkan aktifitas, nalar dan pemikiran sehingga mereka aktif dalam pembelajaran.
Oke Deh masih banyak yang lain, tetepi saya harus mengajar. Jadi sampai sini dulu. Majulah terus pendidikan Indonesia. Salam dari kami di Banyuasin

Mahfud MD (Ketua MK)